Cinta Makan Sahabat Atau Sahabat Makan Cinta???.

Cinta Makan Sahabat Atau Sahabat Makan
Cinta???.

Mungkin ini merupakan suatu
problem yang dillema bagi setiap “ex”
pasangan yang broken ditengah jalan, apalagi jika diktehui kalo pemicu hubungan
itu retak adalah sahabat sendiri. Mungkin ada hubungannya antara peribahasa pagar makan tanaman dengan rumput tetangga lebih hijau daripada rumput
kita sendiri.
Ya, menurut saya kedua peribahasa itu berhubungan erat, pasal
jika kita berpikir dengan metode silogisme maka akan didapat suatu kesimpulan
yaitu : pagar tersebut merasa yakin akan
rumput tetangga yang lebih hijau sehingga ia memakan habis semua tanaman yang
membentengi dirinya untuk masuk ke dalam halaman tetangga.
Hal ini dapat
kita jumpai di dalam keseharian kita, mulai dari siul2 tak jelas(jika laki2) atau ketawa-ketiwi menggoda(jika wanita)
bila ada lawan jenis hingga hubungan
gelap yang terjalin walaupun salah satu dari yang menjalin hubungan itu,
mempunyai hubungan serius
. Gila, dunia sekarang ini sungguh sudah tidak
bisa dipercaya, dimana perasaan dan cinta yang tulus dari seseorang
dipermainkan oleh orang yang “BERTANGGUNGJAWAB”
atas perasaan si korban. Yang membuat sedih,sakit,dan perih adalah semuanya itu
disebabkan oleh sahabat kita sendiri yang telah lama kita kenal, “Why He/she put His/her heart in that girl/boy
not in Me? Does the girl/boy has anything special in? Does she/he more beauty/charm
and sexy/sixpack belly than Me?”
. Mungkin ini yang akan terlintas dalam
pikiran si korban.

Dalam hal ini menurut kalian
siapa yang harus disalahkan?. SAHABATmu atau PACARmu yang dengan “TIDAK SADAR DAN TIDAK SENGAJA” MENGKHIANATI kamu?. Menurut Saya semua
pihak salah karena mereka tidak lagi menaruh KEPERCAYAAN, KASIH SAYANG, DAN RESPECT TERHADAP CINTA DAN PERASAAN
terhadap satu dengan yang lainnya. Sedikit tips untuk para korban-korban THE SKIP :

“kawan, saya tahu akan perasaan kalian yang hancur tetapi beginilah hidup.
Hidup itu harus memilih, ya kita itu harus memilih untuk mencari yang terbaik
buat hidup kita masing-masing, mungkin dengan kejadian ini kita dapat mengetahui
dan melihat untuk memilih yang terbaik untuk kita, jadi jangan berlebihan untuk
berputus asa dan sakit hati karena kita masih mempunyai ayah, ibu, kakak, dan
adik yang pastinya selalu ingin menghibur kita. Terlebih lagi kalian masih
mempunyai sahabat-sahabat terpilih yang lebih baik dan tetap menjaga
persahabatan itu.”

Semoga apa yang saya tulis ini
dapat bermanfaat dan direfleksikan oleh kalian-kalian yang mempunyai kasus
seperti ini. Terima kasih.

Created by : *&^%!@#

Leave a Reply